Katanya Buka Bersama, Ternyata Foto Bersama

Buka puasa bersama teman-teman alumni

Buka puasa bersama teman-teman alumni

Puasa sudah memasuki hari ke-15 dan saya baru melakukan buka bersama bersama teman-teman satu kelas waktu SMK. Mereka sungguh cantik-cantik dan terlihat lebih dewasa dari yang saya bayangkan sebelumnya. Maklum, sudah lama saya tidak bertemu dengan mereka setelah buka bersama tahun lalu. Kecuali beberapa orang yang memang terlihat begitu-begitu aja, mungkin karena sebagian dari mereka memiliki gen yang membuat mereka awet muda. Eh enggak juga sih, mungkin karena baru kemarin saya tidak melihatnya, jadi waktu bertemu, wajah dan postur tubuhnya masih sama seperti tempo hari.

Cukup disayangkan karena beberapa teman tidak bisa ikut buka bersama. Alasan yang diberikan kepada panitia adalah bertepatan dengan sift yang sedang mereka jalani. Lagian kalau seluruh teman kelas ikut semua maka tempat juga tidak memungkinkan untuk digunakan buka bersama. Hal itu juga membuat perkiraan yang dilakukan oleh panitia terpatahkan. Mengingat dan mempelajari buka bersama tahun lalu juga hanya beberapa saja yang bisa ikut buka bersama. Yah wajarlah, namanya juga sudah pada mempunyai sistem masing-masing dalam menghidupi diri sendiri.

Kebetulan cowok yang hadir dalam acara buka bersama yang diikuti oleh lebih dari 11 orang tersebut hanya dua orang. Tentunya saya dan teman yang saya punyai saat bersekolah selama tiga tahun di sekolah yang mayoritas cewek. Syukur deh dia mau dan bisa ikut, walau toh dia telat namun setidaknya memberikan dua titik cowok maco dalam belasan wanita muda yang doyan dan loyal terhadap kamera. Wanita muda mana yang tidak kesurupan saat melihat smartphone ada kameranya? Apa lagi didukung oleh adanya perangkat keras tambahan seperti tongshit. Mungkin jika kamu adalah lelaki yang minim akan teman wanita, kamu akan senyum-senyum sampai kamu lupa sedang bersama siapa sebenarnya kamu buka bersama. Atau juga kamu akan mengalami sebuah moment yang sangat menggelitik dan sulit diterima oleh akal sehat cowok convensional.

Bayangkan ada berapa ratus atau bahkan ribu foto yang diambil saat buka bersama yang durasinya hanya dua jam. Jika mereka membuka museum foto ‘buka bersama’ saat itu juga, saya kira itu tidak mustahil. Namun siapa juga yang mau datang dan melihat museum tersebut? Eh ada nding, siapa lagi kalau bukan mereka sendiri. Moment seperti ini harus dijaga dan kalau perlu dilestarikan agar gaya cewek muda kekinian tetap terjaga sampai kelak anak-anaknya meneruskannya untuk mereka. Ya cukuplah stok foto untuk membuat meme comic Indonesia, tidak perlu inpor dari Vietnam seperti ikan patin dan malah bisa diekspor. Bayangkan, Indonesia bisa swasembada foto selfie, kapan lagi kalau bukan sekarang, siapa lagi kalau bukan mereka? Semua bahagia dan semua senang. *Dengkulmu mlocot!*

Jika kamu tidak merasa bahagia dan senang oleh prestasi yang telah atau sedang dirintis oleh wanita-wanita muda Indonesia, berarti kamu sama seperti saya. Maksud saya, kita sebagai lelaki membutuhkan lebih banyak waktu untuk berbincang dan bercengkrama lebih intim setelah beberapa bulan atau bahkan tahun tidak bertemu. Kita hanya mempunyai sekitar dua jam untuk bertemu dan mereka habiskan untuk berfoto selfie? Ayolah… Saya kira mereka akan tetap tampil cantik walau hanya mengambil 3-5 foto dalam tiga ronde, sebelum, sedang dan akhir buka bersama. Saya sebagai salah satu lelaki, akan sangat-sangat menghargai dan mengapresiasi tindakan wanita muda saat kalian minim interaksi dengan smartphone. Serius, ini jujur dan kebayakan lelaki ingin bersama wanita seperti itu. Kecuali emang cowok tersebut kuper dan atau smartphone addict. Tiba-tiba vertigo jika tidak mengecek smartphone walau toh yang dilihat hanya jamnya alias tanpa notifikasi.

Katanya buka bersama, ternyata foto bersama. Udah menyimpang dari udangan yang beredar di media sosial nih! Apa lagi kalau ternyata sebagian waktu yang tersisa tanpa kamera tersebut dihabiskan untuk curhat perkelompok. Belum lagi gosip yang harus wajib hadir dalam setiap perkumpulan. Tahu sendirikan kalau kalian gosip? Ada berapa banyak teman yang tidak hadir yang harus kalian gosipkan? Harus apa saja yang harus digosipkan dan harus seberapa buruk atau pedas gosip-gosip yang kalian bangun? Kami lelaki harus bagaimana? Harus duduk disebelah mana dan harus ngobrol intim dengan siapa? Waiters atau kasir? Ya mana kami saling kenal. Kalau toh kenal, obrolan kami tidak semesra dan seseru dengan kalian. Serius ini perlu garis bawah.

Jika ada wanita yang membaca posting ini mungkin akan berkomentar “Sirik, kayak elu kagak pernah ngelakuin dan merasakan nikmatnya foto, curhat dan gosip aja” atau “Ya suka-suka dong! Kami yang foto, curhat dan gosip nape lu yang sewot?” bahkan “Ih ini tulisan apaan sih? Kok tiba-tiba pusing palawija ya? Apus-apus!”. Saya sebenarnya tidak seperti yang kalian (wanita) tuduhkan, saya hanya merasa kasihan dan empati saja. Bayangkan jika memori smartphone kalian penuh dan menjadikan smartphone kesayang kalian tidak bisa untuk menyimpan lagu-lagu bajakan melo dan korean. Bagaimana nasib kalian jika smartphone kalian jadi lemot. Apa lagi jika kejadian paling berbahaya terjadi, seperti memori smartphone kalian penuh lalu tidak bisa untuk mengambil gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *