Hari Pertama Masuk Kuliah

Pemandangan Lautan Kendaraan di Kampus Tercinta
Terparkir banyak sepeda motor berarti ada banyak kehidupan di kampus

Haaa… Pagi ini (2/3/2015) terlihat berbeda dari hari sebelum-sebelumnya. Tidak hanya matahari yang bersinar agak menyilaukan mata namun juga parkiran kampus yang biasanya sepi kini tumpah ruah kendaraan sepeda motor bak laron. Suasa yang biasanya sepi kini terisi kembali oleh hiruk pikuknya mahasiswa yang telah lama berpisah.  Pagi ini saya bangun agak telat namun lebih pagi dari hari sebelumnya. Berangkat dengan bermodalkan beberapa baris tulisan alamat ruang kelas di MemoPad. Dengan tampilan yang sudah wangi dan segar, berangkat ke kampus mengendarai kijang besi dengan kecepatan rata-rata 60/H. Tidak lupa awal gas saya bacakan doa agar selamat sampai tujuan. Kurang lebih 25 menit, sampai juga di halaman parkiran kampus. Saya agak kesulitan memarkirkan kijang besi, tidak mau ambil pusing saya senderkan saja di bawah pohon yang mungkin mustahil untuk digunakan untuk parkir. Namun disitulah kehebatan seseorang ketika alam bawah sadar terbangun. Hehe…

Meninggalkan kijang besi beserta pasangannya (helm), saya menuju ruang kelas yang sudah saya catatan di rumah tadi. Sampai di sekitar TKP, kok agak aneh. Saya cek kembali catatan ruang kelas di MemoPad. Sial saya menulis ruang kelas yang salah. Saya menulis kelas ruang yang fiktif alias ruang kelas yang sejak dibangunnya gedung IV tidak ada.  Ya, sebut saja sebagai ruang kelas 04-02-06. Untuk mencerahkan hidup saya yang sudah tersesat di pagi itu, saya coba bertanya kepada pak satpam yang bertugas. Saya bertanya ruang tersebut dan beliau menjawab ruang tersebut tidak ada diimbuhi dengan menanyakan dosen. Isi kepala mulai berputar-putar, saya periksa kembali catatan di MemoPad, astaga! ternyata saya tidak menuliskan siapa dosen yang mengajar di kelas. Dengan berucap terima kasih lalu meninggalkan bapak satpam, saya menuju komputer-komputer yang berada di gedung 2 atau 1. Karena komputer di gedung 2 dipakai, buru-buru mencari komputer yang kosong di gedung 1 dan alhamdulillah nemu 1 komputer yang baru saja ditinggalkan user.

Dengan memasukkan angka-angka dan password lalu mengarah ke jadwal kuliah, teka-teki pertanyaan yang ditanyakan oleh bapak satpam akhirnya bisa saya pecahkan. Pagi itu dosen bernama Bapak Dwiyono Iriyanto, Drs. MM yang mengajar di ruang kelas 04-02-05, kebetulan itu adalah ruang kelas yang saya ikuti. Segera saya log out *ndak dibajak* (Bukan apa-apa ya, yang saya takutkan jika mereka tahu IP selama saya kuliah di Amikom). Haha…

Mengingat saya sudah telat 20 menit, saya mempercepat langkah kaki yang jarang dilakukan oleh orang-orang yang berpapasan dengan saya dalam perjalanan. Hampir saja keringat keluar dari pori-pori tubuh ini.  Menaiki tangga dengan dua anak tangga sekaligus saya lakukan, selain jarang saya lakukan juga sebagai keseriusan saya mengikuti mata kuliah perdana di semester ini. Hehe… *Biar citra diri kembali normal*

Saya buka pintu keajaiban *semoga di dalamnya saya mendapatkan keajaiban juga* dan tentu saja, isinya bukan tidak lain adalah teman-teman sekelas saya. Semoga mereka tidak lupa terhadap saya. Langsung duduk di barisan paling belakang dengan teman yang juga telat namun tidak separah saya. Sapaan pertama kepada teman sebelah adalah “sudah lama belum”? Ada dua kemungkinan jawaban. Yang pertama “belum” dan yang kedua “ga tahu”.

Dari barisan paling belakang saya coba untuk mengikuti pembahasan apa yang disampaikan oleh bapak dosen. Kata yang pertama saya dengarkan adalah “Dengan buku ini, kalian bisa membuat sebuah seminar”. Eh… Sejauh mana saya terlambat kok ujung-ujungnya buku kiat sukses mebuat seminar? Oh ternyata itu buku yang dibuat oleh bapak dosen.  Selain kata tersebut yang saya dengar, sebuah alamat url berhasil saya tulis di buku binder saya semester kemarin. Sebuah Url website yang berdomain http://bangunkarakter.com. Baru malam ini saya buka website tersebut dan ada foto bapak dosen Iriyanto tepat di gambar header website tersebut. Wah keren sekali…

Setelah membuka website tersebut, akhirnya saya mengikutinya dengan mengunggah gambar yang berhasil saya download dari mesin pencari untuk saya tempatkan di header blog ini. Hehe… keren bukan.  Saya tidak terlalu jauh menelusuri website tersebut, hanya sekali membuka produk yang mengarah ke buku lalu kembali lagi ke home lalu close. Mungkin lain kali saya bisa lebih lama di sana.

Kembali ke ruang kelas untuk sedikit saya mengulang apa yang disampaikan oleh Bapak Iriyanto di mata kuliah yang beliau ampu (Analisis Proses Bisnis).  Beliau menyampaikan bahwa untuk merubah keadaan ke arah kebaikan, memerlukan atau mempunyai tiga hal.

1.  Mempunyai Ilmu

Hal yang harus dipunyai orang sebelum bertindak (action) adalah mempunyai ilmu. Dalam hal apa pun itu bahkan dalam menggunakan uang sekalipun. Orang jika dikasih uang Rp 1 Milyar, jika tidak mempunyai ilmu untuk menggunakan uang tersebut maka akan sulit untuk mengelola dan akhirnya hanya boros.  Ilmu sangat penting dan yang utama, berlaku untuk semua orang tanpa kecuali.

2.  Mempunyai Otoritas/Kekuasaan

Untuk meneruskan sebuah ide atau gagasan yang diperoleh dari ilmu maka hal kedua yang diperlukan adalah mempunyai otoritas. Seorang yang mempunyai otoritas seperti para pemimpin. Katakanlah bupati, maka ia bisa menjalankan ide atau gagasan dengan kekuasaannya untuk merubah daerah yang dipimpinnya ke arah yang baik.

3. Mempunyai Kebaikan

Hal terakhir yang diperlukan untuk bisa benar-benar merubah suatu keadaan adalah kebaikan. Segalanya akan percuma bila mana tidak didasari oleh kebaikan, sekalipun ilmu dan otoritas yang telah tercipta sangat luar biasa. Ibarat sebuah niat dan penutup, kebaikan membangun atau merubah suatu keadaan ke arah yang lebih baik. Jangan pernah bosan untuk berbuat baik.

Akan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang akan disampaikan oleh Bapak Iriyanto dalam mengampu mata kuliah Analisis Proses Bisnis. Hanya tulisan di atas itu saja yang bisa saya tuliskan di blog berjuluk Mesin Penggiling Padi kecintaan kita semua ini. Hehe…

Akhir kata, terus giling padi sampai menjadi nasi dan tetap sportif.

Penulis,

 

Admin Penggiling Padi

One thought on “Hari Pertama Masuk Kuliah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *